Posts Tagged “jalan”

Sebagian besar dari kita pasti pernah melihat rambu-rambu jalan yang biasanya dipasang di tiang lampu lalu lintas: “Belok kiri jalan terus” dan “Belok kanan ikuti lampu”.

Rambu yang kedua tidak mengundang banyak cibiran. Namun, rambu yang pertama (Belok kiri jalan terus), mendapatkan beberapa cibiran. Cibiran-cibiran tersebut berasal dari orang-orang di sekitar saya. Dengan susunan kata yang berbeda, pada umumnya mereka mengatakan, “Rambu-rambu ini koq aneh ya … mau belok koq malah disuruh jalan terus?!”

Benarkah rambu-rambu tersebut salah? Saya rasa tidak. Apa yang dikatakan rambu-rambu tersebut sudah benar adanya. Persepsi merekalah — yang mungkin mewakili masyarakat banyak — yang salah. Kebanyakan orang tenggelam dalam persepsi yang memandang bahwa makna kata “terus” berarti “berjalan lurus, tanpa berbelok”.

Coba saja menanyakan sebuah alamat atau tempat kepada seseorang. Biasanya mereka akan menjawab, misalnya, “setelah perempatan belok kanan, kemudian terus saja”. Maksud mereka adalah “lurus saja”, tapi mereka menggunakan kata “terus saja”. Inilah masalahnya, kata “terus” sering kali menggantikan (atau mungkin memimjam) makna yang dimiliki oleh kata “lurus”.

“Terus”, menurut KBBI Online, memiliki dua makna. Yang pertama, kata “terus” berarti, di antaranya, “langsung kepada”, “lantas”, dan “tetap berlanjut”. Sedang yang kedua, kata “terus” juga bisa berarti “murni”. Makna yang pertamalah yang sering kali tertukar dengan kata “lurus”.

Coba bandingkan makna kata “terus” itu dengan makna “lurus”. Masih menurut KBBI Online, “lurus” berarti “memanjang hanya dalam satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tentang garis, jalan, dsb.)”.

Dari definisi itu sudah jelas tersirat. Kata “terus” berarti tidak berhenti — entah itu harus berbelok atau tidak. Sedang kata “lurus” berarti sama sekali tidak berbelok. Jika Anda sedang berkendara, dan Anda kemudian melakukan belokan, itu berarti Anda sedang berjalan terus. Namun, jika Anda sedang berkendara dan Anda tidak berbelok, itu berarti Anda sedang berjalan lurus.

Karena itu, rambu bertuliskan “Belok kiri jalan terus” sudah benar adanya. Kata-kata pada rambu itu “terkesan” salah karena selama ini kita memiliki anggapan bahwa kata “terus” berarti lurus dan tidak berbelok. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu.

Comments 3 Comments »