Penggunaan bahasa asing yang melebihi kadar penggunaaan bahasa ibu, oleh beberapa pihak, disebut-sebut sebagai penghambat majunya suatu bangsa. Lihat saja India dan Filipina. Dua negara tersebut lebih banyak menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa ibu mereka sebagai bahasa sehari-hari. Hasilnya, kedua negara tersebut tidak maju. Sebaliknya, Jepang, yang lebih banyak menggunakan bahasa ibu mereka daripada bahasa asing, adalah negara yang maju. Namun tunggu dulu, bagaimana dengan Singapura dan Hong Kong? Kedua negara ini lebih banyak memakai bahasa Inggris daripada bahasa ibu mereka, tapi toh kedua negara tersebut maju dalam hal teknologinya.

Nah, benarkah pembatasan penggunaan bahasa asing dalam suatu negara itu dapat menjadikan suatu bangsa maju, khususnya dalam hal teknologi?
Jika benar, maka sistem pendidikan Indonesia yang kini banyak memasukkan unsur bahasa Inggris di dalamnya, sedang menuju arah yang salah dong?

Jawabnya tidak, masuknya bahasa Inggris dalam sistem pendidikan bahasa Indonesia justru perlahan akan membuat negara ini maju. Asal disikapi dengan tepat dan seimbang takaran pemakaiannya dengan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris tidak boleh terlalu didewakan. Pendewaan bahasa Inggris yang terlalu berlebihan, yang berujung pada semakin berkurangnya penggunaan bahasa Indonesia, secara perlahan akan melenyapkan keberadaan bahasa Indonesia. Pun bahasa Indonesia. Pengagungan bahasa Indonesia yang terlalu berlebihan, yang berujung pada kecaman terhadap masuknya bahasa Inggris dalam sistem pendidikan, justru akan membuat negara ini terhambat.

Harus diakui bahwa dalam hal teknologi, kita jauh tertinggal dari negara-negara yang banyak memakai bahasa Inggris. Untuk memulai suatu terobosan teknologi sendiri, sepertinya masih sulit. Mau tidak mau, kita harus belajar dari negara-negara maju. Nah, penguasaan bahasa Inggris adalah langkah awal proses pembelajaran tersebut.

Bagaimana kita menggunakan bahasa Inggris untuk kemajuan suatu bangsa, itulah yang terpenting. Alangkah baiknya jika masuknya bahasa Inggris dalam sistem pendidikan, dapat kita pandang secara positif. Sambil kecintaan terhadap bahasa Indonesia terus ditumbuhkan, anak-anak bangsa juga didorong untuk mempelajari bahasa Inggris. Tidak hanya untuk kepentingan masa depan mereka sendiri dalam menghadapi era globalisasi, namun juga untuk kepentingan bangsa — menggunakan bahasa Inggris untuk berinteraksi dengan pihak-pihak penutur bahasa Inggris yang notabene dalam hal teknologi lebih maju, menimba ilmu dari mereka, serta kemudian menerapkan dan bahkan mengembangkan ilmu tersebut demi kemajuan negeri tercinta.

Jepang pun juga belajar dari negara-negara Barat pada saat ingin maju. Dan untuk belajar itu, tidak mungkin bukan kalau mereka menggunakan bahasa ibu mereka? Barulah setelah mereka maju, mereka lebih banyak menggunakan bahasa ibu mereka sendiri.

Leave a Reply