Hari ini akan menjadi awal petualanganku ke Jakarta. Berangkat malam ini naik Senja Utama menyongsong cerahnya matahari stasiun Pasar Senen keesokan harinya, 14 Februari, tepat pada saat Hari Valentine. Memang, aku belum pernah menginjak tanah ibukota negara, haha, orang kampung! Selama ini, paling jauh keluar kota Solo hanyalah ke Bali, itu pun karena SMA-ku mengadakan study tour ke sana, kota yang lain cuma Semarang, Wonogiri, serta Salatiga dan Yogyakarta dan sekitarnya. Anyway, banyak pengalaman baru yang akan kucicipi dalam perjalanan ini, tidak hanya merambahi kota Jakarta saja, namun juga mencicipi rasanya terbang di dalam pesawat saat pulang hari Minggu tanggal 15 Februari besok. Sekali lagi, haha, orang kampung! Senang, tapi kekuatiran juga merasuk.

Kepergianku ke sana bukan cuma sekadar main-main, melainkan untuk membawa nama yayasan di mana aku bekerja, YLSA, yang mengirimku untuk mengikuti Youth Conference yang diadakan selama dua hari di sekolah Ora et Labora, Jakarta Selatan. Fiuh …, aku senang dipercaya untuk ke sana bersama dengan seorang temanku. Tapi, di balik kepercayaan selalu ada beban. Beban untuk merawat kepercayaan itu dengan baik. Beban untuk melakukan yang terbaik. Anyway, wish me luck! Aku akan cerita lebih banyak nanti saat sudah melakoni perjalanan ini.

2 Responses to “Ke Jakarta: Petualangan Baru”
  1. Lanjutkan dong ceritanya. Apa yang terjadi di sana, apa yang diperoleh di sana, bertemu siapa saja di sana, suka-duka perjalanan bagaimana, dan seterusnya, dan seterusnya.

    Atau … jangan-jangan sudah tidak ada waktu untuk dibunuh lagi ya? Ha-ha-ha!

  2. Hahaha, iya ni mas Indonesia Saram, belum ada waktu untuk dibunuh. Kemarin waktu di perjalanan, dan kalau ada waktu senggang saat di Jakarta, sempat menulis. Ya, hitung-hitung mencicil buat oleh-oleh nanti. Cuma belum sempat mengetiknya di komputer … haha …. Tunggu mas … kalau sudah ada waktu untuk dibunuh, nanti saya post di sini. :>