Si Kecil yang Gigih
Posted by: dianpra in Refleksi, tags: beban, gigih, pantang menyerah, semutPernah suatu saat saya menonton film sambil bertepuk tangan. Bukan karena filmya bagus dan mengundang decak kagum, tapi karena nyamuknya banyak sekali.
Tak jarang tepuk tangan saya itu mengenai sasaran. Banyak nyamuk yang mati di tangan saya dan kemudian jatuh ke lantai. Sesaat kemudian, saya melihat sekitar delapan semut di dinding ramai-ramai memboyong satu bangkai nyamuk menuju ke atas. Mungkin ke rumah mereka di suatu bagian di atap rumah.
Setelah itu, saya melihat satu semut berjalan sendirian merayap naik di dinding. Saya ambil satu bangkai nyamuk dari lantai rumah dan mengumpankannya kepada si semut. Setelah yakin kalau semut itu sudah menggigitnya, saya lepaskan bangkai nyamuk itu. Si semut pun sempoyongan, tubuhnya berbalik ke bawah …. Mungkin ia tak kuat menanggung beban itu. Bahkan karena saking beratnya, ia merayap menuruni dinding. Tapi ia tak menyerah. Ia tak melepaskan bangkai nyamuk itu. Ia terus bertahan, mempertahankan bangkai nyamuk itu sekuat tenaga. Setelah sekitar setengah meter merayap turun, dengan susah payah, semut itu berhasil membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke atas. Ia berhasil mengangkat makanannya itu merayap ke atas, ke tempat yang seharusnya ia tuju — rumah. Saya amati terus semut itu saat merayap ke atas sampai akhirnya hilang ditelan atap. Mungkin sekarang dia sedang menikmati hasil kerja kerasnya tadi di suatu bagian di atap itu.
Terkadang kita mengalami apa yang semut tadi alami, dihadapkan dan dibebankan pada tugas atau tanggung jawab yang berat. Namun, alangkah baiknya jika kita dapat belajar dari si semut tadi, bertahan dan pantang menyerah saat dihadapkan pada tugas, pekerjaan, masalah, atau tanggung jawab yang terasa sangat berat untuk ditanggung. Meski pada awalnya sangat sulit dan kadang merasa putus asa, tapi saat kita bertahan dengan gigih dan pantang menyerah, kita akan bisa mengatasi semua itu dan menikmati buahnya, seperti si semut menikmati makanan yang besarnya hampir sama dengan ukuran tubuhnya saat ia mau bertahan dan tak mudah menyerah.


Entries (RSS)
cerita yang bagus